jpnn.com - SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengeluhkan penjualan mobil listrik belum berkontribusi untuk pendapatan daerah.
Kondisi itu berkaitan dengan kebijakan relaksasi dan insentif fiskal yang masih berlaku untuk kendaraan listrik.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Tengah M Masrofi mengatakan dari sisi pendapatan daerah, pemerintah provinsi saat ini lebih berharap peningkatan penjualan kendaraan konvensional.
“Kalau kami menginginkan yang banyak penjualan kendaraan konvensional,” kata Masrofi dalam taklimat media GIIAS Semarang 2026, Rabu (16/9).
Dalam GIIAS Semarang tahun ini, sebanyak 18 merek ambil bagian.
Dari belasan merek tersebut, sebagian besar merupakan mobil listrik.
Menurut Masrofi saat ini mobil listrik belum memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah karena masih mendapatkan relaksasi dan insentif fiskal.
“Kalau kendaraan listrik, tidak ada kontribusi karena masih ada relaksasi insentif fiskal, nol. Tidak 25 persen, tidak 50 persen, apalagi 100 persen,” ujarnya.

2 days ago
6




















































