jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah berencana mengalihkan importasi bahan baku gula rafinasi dari swasta ke BUMN.
Pengalihan itu diusulkan karena adanya dugaan rembesan gula rafinasi ke pasar konsumsi, untuk mengatasi kerugian Sugar.Co dan mencapai swasembada gula.
Menurut pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori, pengalihan impor itu bukan solusi. Jika dalam teori rantai pasok itu menambah satu titik-titik pemasaran lagi.
"Harga raw sugar akan mahal, kemudian akan berdampak pada pabrik gula rafinasi yang menggunakan bahan baku raw sugar,” kata Khudori dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/4).
Kenaikan harga bahan baku, tambahnya, nantinya akan dibebankan oleh industri rafinasi ke industri makanan minuman dan farmasi.
Akhirnya konsumen yang memikul kenaikan biaya tersebut.
Kebijakan tersebut menurut Khudori akan mengulang kegagalan pemerintah mencapai swasembada daging sapi dengan mengimpor daging kerbau dari India dan impor kedelai oleh BUMN.
“Ujung-ujungnya konsumen yang harus membayar dengan harga yang sangat-sangat mahal, karena pada akhirnya BUMN yang ditugasi berdikari dan PTPPI tidak punya kemampuan finansial secara cukup, tidak punya jejaring pemasaran,” papar Khudori.

8 hours ago
7







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449566/original/006494000_1766070807-000_88JW69R.jpg)













