Pembelaan Pemerintah soal Rupiah yang Berada di Titik Nadir

8 hours ago 2

Pembelaan Pemerintah soal Rupiah yang Berada di Titik Nadir

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Rupiah sulit bangkit dari keterpurukan. Foto/Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar terus melemah hingga menyentuh Rp 17 ribu per USD.

Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Airlangga Hartarto mengatakan pelemahan kurs mata uang tidak hanya dialami oleh rupiah, tetapi juga mata uang negara-negara lainnya.

"Itu kan bukan hanya rupiah, berbagai currency (mata uang) lain juga demikian," kata Airlangga di Jakarta, Selasa (8/3).

Diketahui, Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Selasa melemah 70 poin atau 0,41 persen menjadi Rp 17.105 per USD dari sebelumnya yang berada di level Rp 16.980.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan ini dipengaruhi potensi eskalasi di Timur Tengah antara AS dengan Iran.

“Investor bersiap menghadapi potensi eskalasi di Timur Tengah menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz," kata Ibrahim.

Ibrahim menuturkan gangguan lalu lintas kapal tanker dalam beberapa pekan terakhir juga telah memperketat ekspektasi pasokan, dan meningkatkan premi risiko di seluruh pasar minyak.

Ibrahim mengaku kondisi terbaru adalah Iran menolak proposal dari AS untuk melakukan gencatan senjata selama 45 hari dan pembukaan Selat Hormuz secara bertahap, bersamaan dengan negosiasi lebih luas tentang pencabutan sanksi dan rekonstruksi.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar terus melemah hingga menyentuh Rp 17 ribu per USD.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|