Pelatih PSIM Jean-Paul van Gastel Terpukau Sejarah Yogyakarta, dari Bertemu Sultan hingga Ziarah Makam Raja Mataram

14 hours ago 5

Bola.com, Jakarta - Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, mendapat pengalaman berkesan. Arsitek asal Belanda itu berkesempatan bertemu Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Momen itu berlangsung di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (27/8/2026) siang WIB. Van Gastel hadir bersama Direktur Utama PSIM, Liana Tasno, Manajer Tim Iksan Mahar, dan Manajer Operasional Wendy Umar.

Bagi Van Gastel, pertemuan dengan Sultan HB X merupakan sebuah kehormatan. Ia bahkan membandingkannya dengan kesempatan bertemu Raja Belanda.

"Merupakan suatu kehormatan bisa bertemu dengan Sultan. Jika di Belanda saya bisa bertemu dengan Raja kami, itu adalah kehormatan besar," ujar Van Gastel.

"Sama halnya dengan bertemu figur seperti beliau di sini. Selain itu, saya sangat menyukai sejarah. Saya mendengar bahwa ayah beliau adalah salah satu pendiri PSIM dan asosiasi sepak bola," sambungnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Tertarik Sejarah PSIM

Ketertarikan Van Gastel terhadap sejarah membuat pertemuannya dengan Sri Sultan HB X terasa istimewa. Ia senang mengetahui adanya keterkaitan sejarah keluarga Keraton dengan perjalanan PSIM.

"Hal itu menciptakan warisan sejarah dari masa lalu yang masih ada hingga sekarang. Ini adalah sejarah yang saya sukai, dan bisa bertemu dengan beliau tentu sebuah kehormatan," kata pelatih berusia 54 tahun tersebut.

"Perbincangannya menggunakan Bahasa Indonesia, jadi saya hanya menjadi penonton saja. Tapi saat itu ada Liana dan Iksan dari manajemen yang berbincang dengan Sultan. Saya hadir di sana untuk melengkapi delegasi dari PSIM," ungkapnya.

Meski begitu, ada satu pesan yang disampaikan Sultan kepada rombongan PSIM. Laskar Mataram diharapkan bisa meraih hasil terbaik di kompetisi musim depan. "Harapannya tentu kami harus menang," tutur Van Gastel.

Ikut Ziarah Makam Raja Mataram

Pengalaman Van Gastel dengan budaya Yogyakarta tidak berhenti pada perjumpaan dengan Sultan HB X. Sehari sebelumnya, ia juga ikut dalam tradisi ziarah ke makam raja-raja Mataram di Kotagede dan Imogiri.

Tradisi itu memang rutin dilakukan setiap tahun menjelang berlaga di kompetisi resmi. Menariknya, Van Gastel turut mengenakan pakaian adat Jawa dan mengikuti rangkaian kegiatan bersama elemen tim.

"Ini juga sangat menarik karena merupakan bagian dari budaya sekaligus bagian dari sejarah karena lokasinya berada di pemakaman Sultan Agung. Jadi, itu juga merupakan bagian dari sejarah Jogja. Ya, kota kita didirikan oleh salah satu Sultan," ucapnya.

"Saya suka hal-hal seperti ini. Lalu, kami mengenakan pakaian Jawa. Ya, saya sudah dapat pesan dari Belanda yang bilang jadi apa pun yang saya pakai, semuanya cocok buatku," canda Van Gastel.

Read Entire Article
Koran JPP|