3 Tantangan Besar Persib untuk Mempertahankan Gelar BRI Super League

11 hours ago 4

Bola.com, Bandung - Persib Bandung menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan gelar juara BRI Super League pada musim 2026/2027.

Status sebagai juara bertahan tidak otomatis membuat perjalanan Maung Bandung kembali menuju tangga juara menjadi mudah.

Persib datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menjuarai BRI Super League 2025/2026. Marc Klok dkk. juga mendapat tambahan kekuatan setelah manajemen mendatangkan delapan pemain baru pada bursa transfer musim ini.

Enam di antaranya merupakan pemain asing, yakni Gabriel Mutombo, Luka Menalo, Gakuto Notsuda, Balsa Sekulic, Danijel Loncar, dan Mariano Peralta.

Persib juga merekrut dua pemain Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen dan Sandy Walsh.

Kedatangan delapan pemain anyar memperlihatkan ambisi besar Persib untuk bersaing di level domestik sekaligus Asia.

Namun, materi pemain yang mumpuni tetap harus dibarengi kemampuan menghadapi sejumlah tantangan sepanjang musim.

Setidaknya ada tiga tantangan besar yang akan dihadapi Persib Bandung untuk mempertahankan gelar BRI Super League 2026/2027. Apa saja? berikut ulasannya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

1. Jadwal Padat

Persib harus menjalani jadwal padat karena tampil di empat kompetisi berbeda musim ini.

Selain BRI Super League, Maung Bandung akan berkompetisi di AFC Champions League Two, ASEAN Club Championship, dan Piala Indonesia.

Banyaknya pertandingan membuat pelatih Igor Tolic harus mampu mengatur rotasi pemain dengan tepat. Kondisi fisik pemain Persib berpotensi terkuras jika harus bermain dalam rentang waktu yang berdekatan.

Itulah mengapa, kedalaman skuad menjadi salah satu faktor penting. Persib membutuhkan kontribusi dari banyak pemain agar performa tim tetap terjaga ketika harus menjalani rangkaian pertandingan di berbagai ajang.

2. Perjalanan Panjang

Kompetisi Asia juga menghadirkan tantangan lain bagi Persib, yakni perjalanan lintas negara. Jarak tempuh yang panjang dapat menjadi persoalan tersendiri ketika harus menjalani pertandingan dalam jadwal yang padat.

Persib akan memulai kiprah di AFC Champions League Two 2026/2027 dengan menghadapi Manila Digger pada babak play-off. Pertandingan tersebut digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (31-8-2026).

Jika berhasil meraih kemenangan, Thom Haye cs. otomatis melangkah ke fase grup ACL 2. Persib tergabung bersama FC Seoul (Korea Selatan), Melbourne Victory (Australia), dan The Cong-Viettel (Vietnam).

Agenda tandang Persib di BRI Super League juga langsung menghadirkan pertandingan berat. Persib akan menghadapi Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 12 September 2026.

Persib harus bertolak ke Korea Selatan untuk menghadapi FC Seoul pada 16 September 2026.

Setelah itu, Maung Bandung menjalani pertandingan tandang melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, pada 20 September 2026.

Rangkaian pertandingan tersebut menggambarkan beratnya jadwal Persib pada awal musim. Belum lagi ASEAN Club Championship yang akan mulai bergulir pada Oktober mendatang.

3. Tanpa Bojan Hodak

Tantangan berikutnya datang dari sisi kepelatihan. Persib tidak lagi ditangani Bojan Hodak yang memilih mundur setelah membawa Maung Bandung meraih hattrick juara.

Posisi Bojan kemudian ditempati Igor Tolic. Pelatih asal Kroasia itu bukan sosok baru bagi Persib karena sebelumnya menjadi tangan kanan Bojan dalam dua tahun terakhir.

Namun, peran sebagai asisten tentu berbeda dengan menjadi pelatih kepala. Igor kini memiliki kendali penuh dalam menentukan strategi dan mengelola tim sepanjang musim.

Kinerja Igor Tolic bersama Persib pun akan mendapat perhatian besar.

Ia dituntut menjaga performa Maung Bandung di tengah jadwal padat, perjalanan panjang, persaingan ketat di BRI Super League, serta tuntutan untuk kembali mempertahankan gelar juara.

Dengan materi pemain baru yang cukup banyak, empat kompetisi yang harus dijalani, dan pergantian pelatih kepala, Persib memiliki pekerjaan besar pada musim 2026/2027.

Konsistensi menjadi kunci jika Maung Bandung ingin kembali menjadi yang terbaik di kompetisi domestik.

Read Entire Article
Koran JPP|