jpnn.com, JAKARTA - Menpora Erick Thohir menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi atlet panjat tebing yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik.
Terduga pelaku merupakan mantan pelatih kepala yang kini telah dipecat secara tidak hormat oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI)
Menpora juga mendukung langkah FPTI dampingi dan fasilitasi lima korban untuk melaporkan kasus ini ke Mabes POLRI agar disusut secara tuntas, karena setiap atlet berhak mendapatkan lingkungan olahraga yang aman, bermartabat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Karena itu, pemerintah tidak akan mentoleransi tindakan kekerasan seksual dalam dunia olahraga.
“Negara hadir melindungi para atlet. Kami berpihak pada korban dan mendukung penuh langkah FPTI untuk mendampingi korban melapor kepada pihak kepolisian. Pelaku, jika terbukti bersalah, harus mendapatkan hukuman maksimal,” ujar Erick Thohir.
Menurutnya, penanganan kasus ini harus menjadi momentum penting untuk memperkuat sistem perlindungan atlet di seluruh cabang olahraga.
Ia menekankan bahwa keselamatan dan kesejahteraan atlet merupakan prioritas utama dalam pembangunan ekosistem olahraga nasional.
“Tidak ada tempat bagi kekerasan seksual dalam dunia olahraga yang seharusnya menjadi ruang aman untuk berprestasi. Kami mendorong seluruh federasi untuk menciptakan ekosistem yang bebas dari kekerasan,” ujarnya.

3 hours ago
1




















































