Menjelang Masuk Sekolah, Mendikdasmen Ingatkan Guru soal Implementasi PP Tunas

6 hours ago 5

Menjelang Masuk Sekolah, Mendikdasmen Ingatkan Guru soal Implementasi PP Tunas

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Foto Humas Kemendikdasmen

jpnn.com, JAKARTA - Menjelang masuk sekolah pada 30 Maret 2026, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengjngatkan para guru soal Implementasi PP Tunas.

Suasana pembelajaran yang sehat merupakan fondasi penting dalam proses penyelenggaraan pendidikan. Dengan hal itu, peserta didik dapat belajar, berinteraksi dengan sesama teman dan guru, serta membangun karakter sesuai dengan usia tumbuh kembangnya. 

Dalam prosesnya, perwujudan suasana sehat bagi peserta didik masih terdapat adiksi pada penggunaan gawai yang berlebihan dan berdampak negatif pada proses pembelajaran di sekolah maupun di rumah. Dampak negatif tersebut pada akhirnya menjadi perhatian serius bagi pemerintah untuk berupaya menciptakan ekosistem pendidikan yang optimal bagi peserta didik.

Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendukung penuh penerapan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) melalui implementasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) dan penerapan _Screen Time, Screen Zone_, dan _Screen Break_ (3S). 

“Kebijakan penundaan akses anak pada _platform_ digital berisiko merupakan langkah yang penting untuk memastikan teknologi tetap menjadi alat pendukung pendidikan. Seluruh guru di pendidikan dasar dan menengah memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung dan menyukseskan kebijakan ini,” ungkap Mendikdasmen Abdul Mu’ti, di Jakarta, Sabtu (28/3).

Menteri Mu’ti mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu khawatir terhadap penerapan kebijakan ini. Ia menegaskan bahwa Kemendikdasmen akan terus memastikan program literasi digital di seluruh institusi pendidikan berjalan secara paralel. 

Selain itu, proses edukasi berbasis digital di sekolah tetap juga akan dilaksanakan dengan pendampingan guru, sehingga peserta didik dapat memanfaatkan teknologi secara optimal dan bijak.

Menteri Mu'ti juga mendorong agar sekolah-sekolah dapat menyediakan lebih banyak alternatif kegiatan fisik bagi peserta didik. Dengan demikian, penguatan karakter melalui 7 KAIH dan 3S dapat berjalan dengan optimal. 

Menjelang masuk sekolah pascalebaran, Mendikdasmen Abdul Mu'ti ingatkan guru soal implementasi PP Tunas

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|