jpnn.com, JAKARTA - Di tengah ketidakpastian ekonomi dan gejolak nilai tukar, sebagian pemilik aset bernilai tinggi memilih langkah yang berbeda.
Alih-alih menjual koleksi mewah, mereka justru memanfaatkannya sebagai jaminan untuk memperoleh dana tunai.
Konsep tersebut dikenal sebagai asset-backed lending atau pembiayaan berbasis aset, yang kini ditawarkan oleh platform deGadai.
Melalui skema itu, pemilik barang seperti tas branded, jam tangan mewah, hingga kendaraan dapat memperoleh likuiditas tanpa harus kehilangan kepemilikan asetnya.
Business Development PT. deGadai Solusi Digital, David Tatangsurja, menjelaskan bahwa pendekatan tersebut memungkinkan pemilik aset memenuhi kebutuhan dana jangka pendek, sambil tetap mempertahankan koleksinya.
"Melalui gadai aset, individu bisa mendapatkan likuiditas tanpa harus terpengaruh fluktuasi nilai tukar dan tetap memiliki aset tersebut," ujar David dalam keterangannya, Sabtu (13/6).
Skema itu dinilai menjadi alternatif bagi mereka yang membutuhkan tambahan modal usaha, atau menjaga arus kas di tengah kondisi ekonomi yang belum menentu.
Setelah dana tersedia, aset yang digadaikan dapat ditebus kembali oleh pemiliknya.

4 hours ago
4















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495504/original/079773400_1770373061-Ze_Valente.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364450/original/049240400_1759113678-allano.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5500141/original/066832800_1770816457-87691.jpg)
