Mengapa Buku Sejarah Perlu Didekati dari Banyak Perspektif?

2 days ago 4

Oleh: Dr. Bramastyo Bontas, Founder Adidaya Institute

Mengapa Buku Sejarah Perlu Didekati dari Banyak Perspektif?

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Founder Adidaya Institute Dr. Bramastyo Bontas. Foto: Source for JPNN

jpnn.com - Sejarah sering kali dibayangkan sebagai satu jalur lurus yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Padahal, perjalanan sebuah bangsa tidak pernah sesederhana itu.

Ia tersusun dari banyak lapisan pengalaman, kepentingan, dan konteks yang saling berkelindan. Karena itu, mendekati sejarah dari satu sudut pandang saja justru berisiko menyederhanakan kenyataan.

Di sinilah pentingnya pendekatan multidisipliner dalam penulisan sejarah, agar sejarah tidak kehilangan kedalaman sekaligus tetap setia pada benang merah kebangsaan.

Pendekatan multidisipliner membuka ruang bagi sejarah untuk dibaca lebih utuh. Perspektif ekologi, misalnya, membantu memahami bagaimana kondisi alam memengaruhi pola permukiman, jalur perdagangan, hingga konflik dan kerja sama antarkelompok.

Sejarah tidak lagi semata soal keputusan politik, tetapi juga tentang relasi manusia dengan lingkungannya. Dari sana, pembaca dapat melihat bahwa perjalanan bangsa ini selalu bernegosiasi dengan alam, bukan berdiri di ruang hampa.

Perspektif budaya memberi dimensi lain yang tak kalah penting. Nilai, tradisi, bahasa, dan ekspresi seni kerap menjadi penopang identitas kolektif yang bertahan melampaui perubahan rezim dan struktur kekuasaan. Dengan memasukkan sudut pandang budaya, sejarah menjadi lebih manusiawi.

Ia tidak hanya mencatat apa yang terjadi, tetapi juga bagaimana masyarakat memaknai peristiwa tersebut dalam kehidupan sehari hari. Di titik ini, sejarah berfungsi sebagai cermin pengalaman sosial, bukan sekadar arsip kekuasaan.

Ekonomi menawarkan lensa untuk memahami dinamika yang sering bekerja di balik layar. Perubahan struktur produksi, distribusi sumber daya, dan relasi kerja kerap menjadi motor penggerak peristiwa besar.

Sejarah tersusun dari banyak lapisan pengalaman, kepentingan, dan konteks yang saling berkelindan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|