jpnn.com, JAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mendorong penguatan sistem pemetaan talenta seni berbasis data sebagai fondasi kebijakan pengembangan kebudayaan nasional.
Dia menilai pemetaan sumber daya manusia kebudayaan perlu dilakukan secara menyeluruh agar pengembangan talenta tidak lagi bertumpu pada asumsi.
Fadli menilai pendekatan Talent DNA memiliki potensi untuk diterapkan secara nasional karena mampu mengidentifikasi bakat terpendam sejak dini dan membuka ruang kolaborasi lintas sektor.
“Kalau ini menjadi program nasional, kita bisa mengetahui bakat terpendam siswa di seluruh Indonesia,” ujar Menbud Fadli Zon, dalam keterangan resmi, Senin (12/1).
Pernyataan itu disampaikan saat rapat pembahasan pemetaan SDM kebudayaan dan manajemen talenta di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta, yang turut memaparkan hasil pemetaan berbasis Talent DNA oleh ESQ Group.
Dalam forum tersebut, Fadli menegaskan perlunya menempatkan seni setara dengan bidang lain dalam pembangunan talenta nasional.
“Pemerintah berencana mengedepankan STEM ke depan. Itu bisa ditambahkan menjadi STEAM, dengan memasukkan arts di dalamnya,” katanya.
Founder ESQ Group, Ary Ginanjar Agustian, menjelaskan pemetaan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan enam bulan sebelumnya dengan kementerian. Proses dilakukan melalui Talent DNA yang diisi siswa dari SMA Labschool Kebayoran, SMPN 1 Megamendung, dan SMAN 31 Jakarta.

1 hour ago
1





















































