jpnn.com - PALU - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid memberikan perhatian terhadap nasib para honorer yang tidak terakomodasi dalam pengangkatan PPPK dan PPPK Paruh Waktu (P3K PW).
Anwar meminta agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Sulteng menuntaskan kewajiban pembayaran gaji honorer dengan menerapkan berbagai skema penyeragaman.
Gubernur Anwar Hafid menyampaikan hal tersebut saat memimpin rapat bersama seluruh kepala perangkat daerah lingkup Pemprov Sulteng di Palu, Rabu (28/4).
Anwar Hafid menekankan bahwa tidak boleh ada ketidakadilan dalam penanganan tenaga honorer di Sulteng.
Menurutnya, banyak honorer yang berkinerja bagus, tetapi belum diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Saya tidak ingin kita (Pemprov Sulteng) berlaku tidak adil kepada mereka. Terlebih banyak dari mereka yang rajin, tetapi belum terangkat sebagai pegawai paruh waktu maupun penuh waktu,” katanya.
Ia mengatakan rapat tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemprov Sulteng dalam menyelesaikan persoalan tenaga honorer secara menyeluruh, sekaligus memastikan kesejahteraan dan kepastian hak bagi seluruh tenaga non-ASN di daerah.
Adapun rapat tersebut difokuskan pada percepatan penyelesaian persoalan tenaga honorer, khususnya terkait pembayaran gaji Pegawai Harian Lepas (PHL) berdasarkan surat keputusan kontrak tahun 2025.

1 hour ago
3




















































