jpnn.com, JAKARTA - AGIBOT, perusahaan global yang mengembangkan Al berwujud fisik (embodied. AD dan robotika), menggelar AGIBOT Partner Conference 2026 Indonesia (APC 2026 Indonesia) di Jakarta bersama mitra lokalnya, Denka Pratama Indonesia.
Ajang ini menjadi langkah penting dalam strategi jangka panjang AGIBOT di Indonesia dan pengembangan ekosistem kolaboratif di Asia Pasifik.
APC 2026 Indonesia dihadiri sekitar 300 peserta yang berasal dari sektor teknologi, dunia usaha, dan mitra industri di Indonesia. Di ajang ini, AGIBOT membahas implementasi praktis Al berwujud fisik dan robot humanoid di berbagai sektor industri di Tanah Air.
Agenda utama APC 2026 Indonesia mencakup pemanfaatan Al berwujud fisik dan robot humanoid yang mendukung otomatisasi, inovasi layanan, serta peningkatan produktivitas di berbagai sektor industri dan komersial.
Tren otomatisasi dan transformasi digital turut mendorong daya tarik pasar robotika di Indonesia. Berdasarkan laporan "Indonesia Robotics Market Outlook 2030" dari Mordor Intelligence, perusahaan riset pasar global, nilai pasar robotika nasional diperkirakan meningkat dari US$23,8 juta pada 2025 menjadi US$47,75 juta pada 2030.
Tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) selama periode tersebut mencapai 1 4,94%.
Menurut laporan tersebut, pemanfaatan robot di Indonesia juga semakin beragam. Jika sebelumnya lebih banyak digunakan di sektor manufaktur, kini robot mulai diterapkan untuk layanan pelanggan, logistik, pengiriman, hingga berbagai kebutuhan industri dan komersial.
Perkembangan ini membuka peluang yang makin besar bagi adopsi Al berwujud fisik dan robot humanoid di Indonesia.

2 hours ago
2
















































.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495504/original/079773400_1770373061-Ze_Valente.jpg)

