Kritisi Ide WFH demi Hemat BBM, JK: Jangan Biasakan Budaya Istirahat saat Krisis

8 hours ago 1

 Jangan Biasakan Budaya Istirahat saat Krisis

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla. Foto: arsip JPNN.com/Ricardo

jpnn.com - Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) melontarkan kritik tajam terhadap wacana yang digulirkan pemerintah tentang penerapan skema kerja dari rumah atau work from home (WFH) sebagai cara untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) di tengah krisis geopolitik.

Tokoh yang akrab disapa JK ini menilai kebijakan WFH tidak memiliki korelasi langsung dengan upaya penghematan energi nasional, terutama listrik.

"WFH itu ingin menghemat energi. Namun, kalau di kantor, energi yang dipakai itu lampu dan AC. Itu tidak ada hubungannya dengan BBM karena berasal dari listrik," kat JK kepada wartawan di Jakarta, Rabu (1/4).

Politikus senior asal Makassar ini menjelaskan sebagian besar pasokan listrik di Jakarta dan Jawa Barat berasal dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang berbahan bakar batu bara.

"Kita punya batu bara berlebihan. Jadi, tidak ada hubungannya sebenarnya untuk penghematan BBM di situ," tuturnya.

JK justru mengkhawatirkan dampak negatif dari kebijakan WFH terhadap produktivitas nasional dan layanan publik. 

Menurut dia, pemerintah seharusnya memacu masyarakat bekerja lebih keras saat kondisi ekonomi sedang sulit, bukan malah menyuruh pulang ke rumah.

"Jangan kita mendidik, memberikan budaya kalau ada masalah suruh istirahat. Jangan! Dalam kondisi krisis ini kita harus lebih produktif, harus bekerja dengan betul agar masalah ini teratasi," cetus Ketua Umum PMI tersebut.

Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla melontarkan kritik tajam terhadap wacana pemerintah yang ingin menerapkan skema sebagai cara untuk menghemat BBM

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|