jpnn.com, JAKARTA - PT Freeport Indonesia (PTFI) terus memberikan kontribusi bagi negara setiap tahunnya.
Berdasarkan laporan keuangan periode 2021–2025, total kontribusi PTFI melalui dividen dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai 11,04 miliar US dolar atau sekitar Rp 187 triliun (kurs Rp 17.000 per US Dolar).
Kontribusi tersebut didominasi dividen sebesar 8,96 miliar US Dolar, sementara PNBP mencapai 2,08 miliar US Dolar.
Perusahaan tambang tembaga dan emas yang berada di bawah Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID itu, disebut tidak hanya menambang untuk nilai perusahaan, tetapi menjalankan tugasnya sebagai salah satu penopang bagi penerimaan negara.
Ekonom dari INDEF Rizal Taufikurahman, menilai kontribusi PTFI mencerminkan peran strategis sektor tambang di bawah kelolaan negara dalam menopang penerimaan Indonesia, terutama saat harga komoditas berada pada level tinggi.
“Kontribusi PTFI besar dan menjadi salah satu penopang penting penerimaan negara dalam beberapa tahun terakhir, terutama ketika terjadi boom harga komoditas. Ini menunjukkan kapasitas perusahaan dalam menghasilkan nilai ekonomi yang signifikan,” ujar Rizal.
Kendati demikian, dia melihat ke depan terdapat ruang penguatan dari sisi kebijakan fiskal agar manfaat tersebut bisa lebih stabil dan berkelanjutan.
Optimalisasi tidak hanya terkait besaran kontribusi, tetapi juga bagaimana struktur penerimaan dapat semakin diperkuat melalui kebijakan hilirisasi pertambangan yang digencarkan oleh pemerintah melalui MIND ID.

2 hours ago
3











































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449566/original/006494000_1766070807-000_88JW69R.jpg)









