jpnn.com, JAKARTA - Komnas HAM ingin memeriksa empat tersangka kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus.
Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Saurlin P. Siagian menyatakan pihaknya sudah menyurati TNI.
"Kami juga masih menunggu, kami sudah menyampaikan surat kepada TNI Untuk mendapatkan akses untuk memeriksa empat orang (tersangka),” ujar Saurlin dalam wawancara di Gedung Komnas HAM, Jakarta, Rabu.
Langkah meminta keterangan langsung kepada tersangka yang diduga terlibat itu untuk mendalami adanya fakta-fakta baru serta memberikan data pembanding atas informasi-informasi yang telah didapatkan dari berbagai pihak.
Pada kesempatan yang sama, Koordinator Subkomisi Penegakan HAM Komnas HAM Pramono Ubaid Tanthowi menjelaskan Komnas HAM juga telah memanggil pihak Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI pada Rabu (1/4) untuk berkoordinasi terkait perkembangan kasus tersebut.
"Jadi, ketika kami meminta keterangan dari pihak TNI minggu yang lalu hari Rabu (1/4). Salah satu yang kami minta agar proses penyidikan di Puspom berjalan secara transparan. Itu kami minta tiga hal, salah satunya adalah Komnas HAM diberi akses untuk bertemu dengan empat pelaku. Nah, itulah yang saat ini masih kami koordinasikan," katanya.
Komnas HAM, kata Pramono terus meminta agar pemeriksaan dapat dilakukan pada Jumat (10/4) dan masih menunggu persetujuan dari pihak Puspom TNI.
"Kami mintanya hari Jumat (10/4) besok, tetapi kami tunggu persetujuan dari pihak Puspom," tuturnya.

2 hours ago
1





















































