jpnn.com - Tumpukan sampah yang menggunung kerap dianggap sebagai masalah. Namun, di sudut Jalan Buntu, Desa Kramatwatu, Kabupaten Serang, sampah justru menjelma menjadi harapan.
Dari tempat sederhana itu, seorang anggota Polri membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya dilakukan melalui seragam atau tugas kepolisian, tetapi juga lewat aksi nyata menjaga lingkungan serta memberdayakan warga.
Aiptu Eko Yulianto bersama nasabah Unit Bank Sampah Berkah Bhayangkara dengan program unggulan sampah ditukar emas. Foto: Abdul Malik Fajar/JPNN.com
Dialah Aiptu Eko Yulianto, sekarang mengemban tugas sebagai Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) 1 Polsek Waringinkurung, Polresta Serang Kota.
Di tengah kesibukannya sebagai anggota Polri, Aiptu Eko mendirikan Bank Sampah Induk Berkah Bhayangkara, sebuah gerakan sosial yang kini menjadi inspirasi bagi banyak pihak.
Perjalanan itu bermula pada masa pandemi Covid-19, tepatnya tahun 2019. Saat itu, Kabupaten Serang tengah menghadapi persoalan serius terkait sampah.
Kondisi lingkungan yang memprihatinkan menggugah hati Aiptu Eko untuk mengambil peran.
"Awalnya karena keresahan melihat kondisi darurat sampah. Saya berpikir, sebagai anggota Polri saya juga harus bisa memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat," ucap Aiptu Eko kepada JPNN.com, Jumat (12/6).

5 hours ago
2















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495504/original/079773400_1770373061-Ze_Valente.jpg)
.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364450/original/049240400_1759113678-allano.jpg)
