Kenari Tua

5 hours ago 1

Oleh Dahlan Iskan

Kenari Tua

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com

jpnn.com - Pulau paling besar di antara sembilan pulau di kepulauan Banda adalah Banda Besar. Penduduk utamanya juga suku Buton.

Pulau Banda Besar hanya satu lemparan batu dari "ibu kota" kepulauan Banda: Banda Naira. Juga hanya satu lemparan batu dari Pulau Gunung Api. Tiga pulau ini seperti membentuk bulan sabit berbintang dua. Sabitnya Banda Besar. Dua bintangnya Banda Naira dan Banda Api.

Kenari Tua

Dari Banda Naira ke Banda Besar tidak perlu naik speed boat. Banyak "taksi" berupa perahu dengan mesin kecil. Satu orang hanya Rp10.000. Kalau mau carter hanya Rp50.000 –tidak harus menunggu penumpang lain sampai penuh.

Di Banda Besar kelihatannya seperti tidak ada apa-apa –kecuali hutan pala dan kenari. Orang ke pulau ini untuk melihat tiga objek: dua sumur tua bersebelahan, pohon sejuta umat, dan kebun raya kenari.

Sumur-sumur di Banda Besar dan Banda Naira bermulut besar. Garis tengahnya hampir tiga meter. Pun sumur di samping rumah pembuangan proklamator Bung Hatta. Juga sumur-sumur di depan benteng Belanda.

Semua sumur tua punya cerita. Di mana-mana sama: siapa yang membasuh muka dengan air itu akan awet muda. Pun sumur tua di sebelah barat Danau Xihu di Hangzhou: Sumur Longjing. Terlalu banyak wisata sumur. Tapi yang di Banda Besar ini tidak hanya untuk wisata. Mereka sumur kehidupan: penduduknya hidup dari sumur itu. Yang kanan diambil airnya –pakai timba– untuk mandi di rumah masing-masing.

Sumur kiri untuk air minum. Rasanya tidak ada bedanya. Tapi penduduk percaya tidak boleh tertukar –kecuali lupa. Waktu saya ke sumur itu sedang ada tiga orang yang ngangsu –mengambil air untuk dibawa pulang. Semuanya laki-laki. Mereka juga percaya hanya laki-laki yang boleh menimba di sumur itu –berarti sumur itu berkelamin perempuan.

Pulau paling besar di antara sembilan pulau di kepulauan Banda adalah Banda Besar. Penduduk utamanya juga suku Buton.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|