jpnn.com, JAKARTA - Hasil Survei Ketenagakerjaan memproyeksikan proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bisa menyerap 80.199 tenaga kerja sepanjang 2026.
Kendati terdapat peluang tinggi, kondisi tersebut menghadapi tantangan terkait keterbatasan tenaga kerja kompeten dan tingginya ketidaksesuaian keterampilan dengan industri.
Menyusul hal ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Dewan Nasional KEK, Airlangga Hartarto menekankan pentingnya penguatan sinergi antara pelatihan vokasi dan kebutuhan industri dalam mendukung penyerapan tenaga kerja di KEK dan PSN.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum High-Level Roundtable Discussion 'Link and Match Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Proyek Strategis Nasional (PSN).
“Pemerintah melalui program vokasi telah menyiapkan pembiayaan pelatihan," kata Airlangga dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (25/4).
Menko Airlangga menyampaikan sinkronisasi antara kebutuhan industri dan sistem pelatihan menjadi kunci dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan siap kerja.
Pelatihan tersebut diharapkan dapat bisa meningkatkan kompetensi sesuai dengan permintaan industri dalam jangka waktu tertentu.
“Sinkronisasi antara supply dan demand menjadi kunci, sehingga pelatihan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di KEK maupun PSN,” tuturnya.

3 hours ago
2
















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5356636/original/059209400_1758477796-1000092780.jpg)




