Kebijakan Sewa Kendaraan Dinas Bikin APBD Tangsel Tak Tertekan

4 hours ago 3

Kebijakan Sewa Kendaraan Dinas Bikin APBD Tangsel Tak Tertekan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi uang. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, TANGERANG SELATAN - Pengamat ekonomi dan fiskal Universitas Airlangga (Unair) Bagas Pradana Wijaya menyebut publik perlu melihat kebijakan Pemkot Tangsel menyewa kendaraan dinas sebesar Rp19,95 miliar dengan pendekatan Total Cost of Ownership (TCO) atau seluruh biaya kepemilikan aset secara komprehensif.

Bagas menyebut publik seharusnya tak sekadar terpaku pada nominal makro yang tercantum dalam dokumen anggaran dari kebijakan sewa kendaraan dinas. 

Dia mengatakan fiskal Tangsel bisa terbebani dengan biaya perawatan ketika pemkot memaksakan diri membeli kendaraan dinas.

"Dalam jangka panjang, ada gunung es finansial yang siap membebani APBD, mulai dari depresiasi nilai aset yang agresif hingga membengkaknya biaya perawatan," ujar Bagas kepada awak media seperti dikutip Senin (13/7).

Dia menuturkan dalam teori akuntansi sektor publik, kendaraan operasional menjadi aset yang mengalami penyusutan nilai (depreciation cost).

Bagas mengatajan penyusutan nilai sangat tinggi, yakni mencapai 15 hingga 20 persen di tahun-tahun awal pemakaian. 

Selain itu, ujar dia, dalam tahun keempat atau kelima, fase keemasan performa kendaraan juga menurun drastis. 

Akibatnya, beban biaya perawatan (maintenance cost) dan penggantian suku cadang akan melonjak secara eksponensial hingga membebankan keuangan daerah.

Pengamat ekonomi Unair Bagas Pradana Wijaya menyebut fiskal Tangsel bisa terbebani jika pemkot memaksakan diri membeli kendaraan dinas.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|