jpnn.com - PALEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyoroti tingginya kasus angka kasus bibir sumbing di wilayahnya.
Berdasarkan laporan tenaga medis, kasus bibir sumbing mencapai sekitar satu persen dari jumlah kelahiran di wilayah Sumatera Selatan.
Menurut Deru, pemerintah daerah harus bergerak cepat melakukan pendataan agar masyarakat yang membutuhkan operasi dapat segera mendapatkan penanganan medis.
Dia meminta Dinas Kesehatan Sumsel aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah kabupaten dan kota hingga tingkat desa.
"Angka kasus bibir sumbing di Sumsel masih cukup tinggi, karena itu harus segera didata dan diinventarisir supaya masyarakat yang membutuhkan bisa segara ditangani," ujar Deru saat ditemui di RS khusus gigi dan mulut Provinsi Sumsel, Sabtu (23/5).
Dia juga meminta seluruh kepala daerah di Sumsel turut aktif dalam proses pendataan penderita bibir sumbing, terutama di wilayah pelosok yang sulit terjangkau layanan kesehatan.
"Dinas kesehatan harus aktif menyisir dan mendata masyarakat yang membutuhkan operasi bibir sumbing," kata Deru.
Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Trisnawarman menambahkan, Sumsel termasuk daerah dengan angka kasus bibir sumbing tertinggi di Indonesia. Berdasarkan hasil riset kesehatan, sekitar satu dari seribu kelahiran mengalami kondisi tersebut.

9 hours ago
3

















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485697/original/029038600_1769524103-9.jpg)



