jpnn.com, JAKARTA - Peringatan Reformasi setiap bulan Mei semestinya dimaknai sebagai momentum evaluasi terhadap arah pembangunan nasional.
Reformasi 1998 tidak hanya bertujuan melakukan perubahan sistem politik, tetapi juga membangun tata kehidupan berbangsa yang lebih demokratis, adil, dan berintegritas.
Dalam perspektif ketahanan nasional, tantangan Indonesia saat ini tidak lagi semata bersifat konvensional, melainkan multidimensional.
Ancaman disinformasi digital, polarisasi sosial, pragmatisme politik, serta menurunnya kualitas etika publik menjadi bagian dari tantangan strategis bangsa.
Di tengah kondisi tersebut, sektor pendidikan memiliki posisi yang sangat menentukan.
Pendidikan bukan hanya instrumen peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga sarana pembentukan karakter kebangsaan dan integritas nasional.
Sayangnya, orientasi pendidikan nasional masih cenderung menempatkan keberhasilan pada aspek kuantitatif dan administratif.
Sementara dimensi etika, kepemimpinan moral, dan wawasan kebangsaan belum sepenuhnya menjadi prioritas utama.

1 hour ago
2


















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485697/original/029038600_1769524103-9.jpg)


