jpnn.com, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri pembukaan pameran tunggal seniman kontemporer Nasirun bertajuk "Bersimpuh di Kaki Para Guru" di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat Minggu (13/9/2026).
Kehadiran Kapolri ini merupakan wujud apresiasi Korps Bhayangkara terhadap pelestarian seni, budaya, dan penguatan nilai-nilai tradisi nasional. Pameran ini sendiri berlangsung mulai 13 September hingga 11 Oktober 2026.
Analis politik dan hukum senior Boni Hargens mengapresiasi komitmen Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam mengoptimalkan peran Polri dalam mendukung pelestarian dan penguatan nilai tradisi di Indonesia.
"Ini manifestasi dari kehendak moral Kapolri dan jajaran Bhayangkara dalam mendukung agenda pemerintahan Prabowo-Gibran dalam aspek seni dan budaya," ujar Boni kepada media di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Analis politik Universitas Indonesia itu menilai performa Polri tersebut bagian dari upaya mengokohkan fondasi dan memperkaya dinamika budaya nasional di tengah gempuran budaya global dewasa ini yang berpotensi mengikis identitas budaya nasional Indonesia.
"Globalisasi memungkinkan generasi muda kehilangan rasa bangga terhadap budaya bangsa sendiri. Kegiatan para seniman kontemporer yang didukung Kapolri merupakan upaya penyelamatan budaya nasional yang notabene selaras dengan agenda budaya dalam Asta Cita Prabowo-Gibran," ujar mantan Dewan Pengawas LKBN ANTARA tersebut.
Boni Hargens menegaskan seni tidak sekedar ekspresi budaya sang seniman, tetapi di dalamnya mengandung pengungkapan identitas dan jati diri bangsa, ingatan kolektif bangsa terkait nilai dan warisan leluhur serta bisa membentuk karakter bangsa dengan membentuk dan memupuk rasa persatuan dan kebanggaan bangsa.
Oleh karena itu, kata Boni, kehadiran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di acara pameran seni tersebut juga merupakan wujud langkah Polri memperkuat pemerintahan Prabowo-Gibran di bidang budaya dan seni.

1 hour ago
1





















































