jpnn.com, JAKARTA - Menjelang pelaksanaan tes kemampuan akademik atau TKA berbasis komputer, Mendikdasmen Abdul Mu'ti minta murid dan orang tua tidak cemas.
Secara teknis, persiapan pelaksanaan TKA bagi murid kelas 6 SD dan kelas 9 SMP berbasis komputer di seluruh Indonesia dilaporkan telah mencapai tahap akhir dan tinggal menunggu hari pelaksanaan.
Terkait infrastruktur, Menteri Mu'ti menerangkan bahwa sekolah yang belum memiliki sarana komputer telah diatur mekanismenya agar tetap bisa menyelenggarakan tes. "Sekolah-sekolah yang tidak atau belum punya komputer kami atur sedemikian rupa supaya bisa pinjam di sekolah lain yang tidak menyelenggarakan TKA," terang Mendikdasmen Abdul Murid, Rabu (1/4).
Ia mengimbau para murid dan orang tua untuk tidak perlu mencemaskan TKA karena tes tersebut bukan penentu kelulusan.
Fokus penilaian TKA hanya pada dua mata pelajaran saja, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika, sedangkan ketentuan lainnya tetap menjadi kewenangan satuan pendidikan masing-masing.
Terkait pengawasan TKA, Kemendikdasmen mengusung _tagline_ "Jujur dan Gembira". Menteri Mu'ti memperingatkan dengan tegas bagi siapa pun yang mencoba melakukan kecurangan selama tes berlangsung.
"Kami tegas ya prinsipnya, kalau ada murid yang curang atau sekolah yang curang, maka langsung kami nol kan nilainya. Karena yang utama tentu saja kejujuran," tegasnya.
Menteri Mu’ti berharap murid-murid dapat mengerjakan tes dengan perasaan gembira agar terhindar dari kendala psikologis atau _mental block_.

6 hours ago
3




















































