jpnn.com, JAKARTA - Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) Wilayah Jadetabek melaksanakan aksi damai sebagai respons atas dugaan penyimpangan anggaran dan lemahnya peran Majelis Rakyat Papua (MRP) dalam menjalankan fungsi perlindungan terhadap hak-hak Orang Asli Papua (OAP). Aksi berlangsung di Jakarta pada Kamis (25/3).
Dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua, MRP disebut sebagai representasi kultural yang memiliki peran strategis dalam melindungi hak-hak adat, agama, perempuan, serta menyalurkan aspirasi masyarakat Papua. Namun IMAPA Jadetabek menilai fungsi tersebut belum berjalan optimal. Berbagai persoalan di Tanah Papua, termasuk dugaan ketidaktransparanan penggunaan anggaran hingga puluhan miliar rupiah, menjadi dasar mahasiswa menyuarakan tuntutan audit secara menyeluruh dan terbuka.
Dalam aksi tersebut, perwakilan IMAPA Jadetabek menyampaikan aspirasi secara langsung kepada perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Pihak BPK RI menerima aspirasi tersebut dan menyatakan komitmen untuk menindaklanjuti.
“Aspirasi dari IMAPA menjadi perhatian kami, dan segera kami akan sampaikan kepada seluruh perwakilan BPK yang ada di seluruh provinsi Tanah Papua untuk segera diaudit,” ujar perwakilan BPK RI di hadapan massa aksi.
Terdapat empat tuntutan utama yang disampaikan IMAPA Jadetabek. Pertama, mendesak BPK RI untuk segera melakukan audit menyeluruh dan transparan terhadap penggunaan dana MRP se-Tanah Papua. Kedua, mendesak BPK RI untuk mengumumkan secara terbuka hasil audit kepada publik, termasuk potensi kerugian negara. Ketiga, mendesak Kejaksaan Agung RI dan aparat penegak hukum untuk segera menindaklanjuti hasil audit serta memproses secara hukum tanpa tebang pilih. Keempat, mendesak pencopotan Ketua Asosiasi MRP se-Tanah Papua yang dinilai gagal menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya.
“Aksi ini bukan sekadar penyampaian aspirasi, tetapi bentuk tanggung jawab moral mahasiswa sebagai kontrol sosial demi memastikan transparansi, keadilan, dan kesejahteraan masyarakat Papua,” tegas Ketua Umum IMAPA Jadetabek, Akianus Wenda.
Sementara itu, Koordinator Lapangan aksi, Pengge Penggu, menegaskan bahwa mahasiswa akan terus mengawal tuntutan ini hingga ada realisasi nyata dari BPK RI.
“Jika BPK tidak segera menindaklanjuti hasil demonstrasi kami hari ini, ke depannya kami akan turun dengan jumlah massa yang lebih besar dan melanjutkan aksi dengan eskalasi yang lebih tinggi,” tegasnya.

3 hours ago
3




















































