IHSG-Rupiah Jeblok, Mulyanto: Pasar Perlu Sinyal Politik yang Terukur

2 days ago 4

 Pasar Perlu Sinyal Politik yang Terukur

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi mata yang dollar Amerika Serikat dengan rupiah. Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja

jpnn.com, JAKARTA - Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus Rp 17.300 per USD (data 2 Mei 2026) serta anjloknya IHSG beberapa hari belakangan harus disikapi Pemerintah dengan bijak.   

Ketua MPP PKS itu mendorong pemerintah mengirimkan sinyal politik yang kuat, jelas, dan kredibel kepada pasar, bahwa Indonesia berkomitmen penuh untuk menjalankan disiplin fiskal, menjaga defisit APBN tetap di bawah tiga persen PDB, serta memastikan independensi otoritas moneter. 

“Pasar perlu sinyal politik yang terukur dan berbasis data tersebut akan menjadi fondasi awal bagi upaya pemulihan kepercayaan investor, baik domestik maupun global,” ungkap Mulyanto dikonfirmasi JPNN, Senin (4/5).

Selain itu, Mulyanto menyebut pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret berupa koreksi kebijakan fiskal melalui evaluasi menyeluruh terhadap program-program belanja negara. 

Dia menegaskan program sosial dan proyek yang tidak efektif dan tidak efisien perlu ditata ulang, bahkan bila perlu ditunda. 

“Kebijakan ini penting disertai dengan angka penghematan yang jelas, agar pasar melihat adanya keseriusan dalam menjaga keberlanjutan fiskal,” ujar dia.

Pasalnya, pelemahan nilai rupiah, koreksi tajam di pasar saham, penurunan peringkat investasi di pasar global, meningkatnya beban pembayaran utang, serta defisit APBN yang mendekati batas 3% PDB merupakan indikasi kuat bahwa pasar tengah mengoreksi persepsi terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia.

Menurut dia, ini menunjukkan tekanan ekonomi yang tidak bisa dipandang sebagai fluktuasi biasa, dan juga bukan semata-mata persoalan eksternal geopolitik, melainkan juga refleksi dari kekhawatiran terhadap disiplin fiskal domestik dan kualitas tata kelola ekonomi nasional.

Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus Rp 17.300 per USD (data 2 Mei 2026) serta anjloknya IHSG beberapa hari belakangan harus disikapi Pemerintah dengan bi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|