Hasto Kristiyanto di CALD: Institusionalisasi Partai Benteng Lawan Populisme Otoriter

4 hours ago 3

 Institusionalisasi Partai Benteng Lawan Populisme Otoriter

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menjadi pembicara utama dalam forum internasional Council of Asian Liberals and Democrats (CALD) yang berlangsung di Makati, Filipina, Jumat (27/3). Foto: PDIP

jpnn.com, FILIPINA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menjadi pembicara utama dalam forum internasional Council of Asian Liberals and Democrats (CALD) yang berlangsung di Makati, Filipina, Jumat (27/3). Dalam sesi bertajuk “The Institutionalization of Political Parties, Resilience, and Strategic Campaigns”, ia memaparkan bagaimana institusionalisasi organisasi menjadi kunci utama sebuah partai politik mampu bertahan menghadapi guncangan kekuasaan.

Di hadapan para delegasi internasional, Hasto menyoroti fenomena ambisi kekuasaan yang ia istilahkan sebagai Triangle of Authoritarian Populism atau Segitiga Populisme Otoriter. Berdasarkan penelitian disertasinya di Universitas Indonesia, ia menjelaskan bahwa segitiga ini dibangun di atas tiga pilar, yakni feodalisme, populisme, dan Machiavellianisme.

“Segitiga ini memanfaatkan penyalahgunaan kekuasaan dan sumber daya negara untuk menciptakan persaingan elektoral yang tidak seimbang,” ujar Hasto.

Ia mengungkapkan bahwa PDI Perjuangan secara empiris telah diuji oleh model kekuasaan ini pada Pemilu 2024. Menurut Hasto, meskipun harus menghadapi tekanan sistematis mulai dari mobilisasi bantuan sosial dan program populis lainnya yang mencapai sekitar USD 31 miliar atau sekitar Rp490 triliun hingga intimidasi aparat penegak hukum yang menjangkau level pedesaan, partainya tetap bertahan dan keluar sebagai pemenang Pemilu Legislatif 2024.

“Inilah bukti nyata dari resiliensi atau daya tahan partai yang telah terinstitusionalisasi,” tegasnya.

Hasto juga membandingkan resiliensi politik dengan ketahanan institusi korporasi. Ia mencontohkan bagaimana Citibank mampu bertahan selama ratusan tahun bukan semata-mata karena individu, melainkan karena adanya ideologi inti dan keputusan pemimpinnya untuk melakukan pelembagaan organisasi.

“Maka seorang pemimpin hebat sekalipun, jika dia tidak percaya pada sistem dan tidak melakukan pelembagaan organisasi, maka kepemimpinannya tidak akan berkorelasi pada ketahanan organisasi tersebut,” jelas Hasto.

Ia menambahkan bahwa kepemimpinan strategis baru akan berdampak nyata jika mampu menggerakkan gerbong institusionalisasi secara menyeluruh. Dalam paparannya, Hasto membedah kunci di balik resiliensi PDI Perjuangan yang bersumber pada kepemimpinan strategis Ketua Umum Megawati Soekarnoputri melalui tujuh indikator utama, yakni berpikir kritis, visi, arahan, nilai-nilai inti, biopolitik, keberpihakan, dan komitmen.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memaparkan resiliensi partai di forum CALD dengan menekankan pentingnya pelembagaan organisasi.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|