Hashim Bilang Ada yang Mau Mengudeta Prabowo, Guntur: Militer atau...

4 hours ago 4

 Militer atau...

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Presiden Prabowo Subianto dalam taklimat agenda Rapat Kerja Pemerintah, di Istana Merdeka, pada Rabu (8/4) lalu. Foto: Ryana Aryadita/JPNN.com

jpnn.com - Politikus PDI Perjuangan Mohamad Guntur Romli membeberkan makna kudeta militer dalam terminologi politik, yakni pengambilalihan kekuasaan pemerintahan secara ilegal oleh elite, biasanya militer oleh pejabat negara.

Guntur mengungkap hal itu menyikapi pernyataan Utusan Khusus Presiden RI Hashim Djojohadikusumo terkait ada pihak yang mau mengudeta Prabowo Subianto dari posisi kepala negara.

"Kudeta dalam terminologi ilmu politik adalah pengambilalihan kekuasaan pemerintahan secara paksa, ilegal, dan mendadak oleh sekelompok kecil elite, biasanya militer atau pejabat pemerintah, yang menggulingkan pemimpin sah," tuturnya, Kamis (9/4).

Guntur mengacu makna kudeta dari terminologi politik tadi, mempersilakan Hashim mengungkap pihak yang mau mengudeta Prabowo dari posisi Presiden RI.

"Nah, sekarang tinggal Pak Hashim menjelaskan, apa mau menuduh militer atau pejabat pemerintah yang sekarang terlibat," katanya.

Guntur menuturkan PDIP adalah partai politik dan bukan kelompok militer. Parpol berkelir merah itu memang berada di luar pemerintahan alias tak menempati kader dalam pemerintahan.

Namun, kata dia, PDIP tetap menghormati kepemimpinan Prabowo yang sudah terpilih sebagai Presiden RI pada Pemilu 2024.

"Dalam Kongres 2025 lalu di Bali, Ibu Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri sudah menegaskan program-program Presiden Prabowo yang prorakyat pasti didukung, tetapi kalau tidak prorakyat, pasti kami kritik," ujar Guntur.

Politikus PDI Perjuangan Mohamad Guntur Romli menyebut partainya menghormati kepemimpinan Prabowo sampai 2029.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|