jpnn.com, JAKARTA - Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan harga minyak Brent menembus level USD 100 per barel di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Seperti diketahui, Iran mengklaim bahwa pihaknya telah menyerang sepuluh kapal di sekitar Selat Hormuz setelah serangan AS menenggelamkan lima kapal tanker Iran.
Nilai tukar rupiah terhadap USD pada pembukaan perdagangan Jumat, bergerak melemah 38 poin atau 0,22 persen.
Mata uang garuda berada di level Rp 17.585 per USD dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.547 per USD.
“Pelemahan rupiah dipengaruhi kenaikan harga minyak mentah global," ucap Josua di Jakarta, Jumat.
Menurut Josua, kenaikan harga minyak global kembali memicu kekhawatiran investor terhadap risiko pelebaran twin deficits, yaitu defisit transaksi berjalan dan defisit fiskal.
Melihat sentimen global, data Producer Price Index (PPI) AS untuk Agustus 2026 tercatat di atas ekspektasi, mencerminkan tekanan inflasi yang masih persisten pada tingkat produsen.
PPI AS meningkat menjadi 5,4 persen year on year (yoy) dari 4,8 persen yoy pada bulan sebelumnya, melampaui konsensus sebesar 5,3 persen yoy, terutama didorong oleh kenaikan biaya energi.

5 hours ago
1




















































