jpnn.com, JAKARTA - PT Pertamina tetap mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi, Pertalite dan Biosolar, di tengah penyesuaian BBM nonsubsidi oleh semua operator.
Menurut Direktur Eksekutif Energy Watch, Olo Berto Siahaan, komitmen Pemerintah tersebut menjadikan masyarakat masih memiliki pilihan.
“Tentu saja keberadaan BBM subsidi, Pertalite dan Solar bisa menjadi pilihan masyarakat yang berhak menerima subsidi. Sedangkan mereka yang mampu, perlu empatinya untuk tidak beralih ke Pertalite atau Solar, karena akan menyebabkan subsidi tidak tepat sasaran,” Olo Berto Siahaan.
Di sisi lain Berto sepakat bahwa penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green, tentu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat, termasuk daya beli.
Upaya penyesuaian tersebut, menurut Berto juga merupakan langkah wajar karena sesuai mekanisme harga pasar yang berlaku dan kondisi geopolitik.
“Yang naik BBM nonsubsidi. Jadi wajar, kalau harus menyesuaikan dengan mekanisme pasar global. Karena sebagian pengadaan harus diperoleh melalui impor,” jelas Berto.
Berto juga mengatakan, kebijakan ini memang harus diambil Pertamina. Karena kalau tidak, tentu sangat mengganggu kondisi finansial badan usaha tersebut.
Terlebih, sebenarnya Pertamina sudah menahan lama kenaikan harga, yakni sejak April 2026.

5 hours ago
5















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495504/original/079773400_1770373061-Ze_Valente.jpg)
.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364450/original/049240400_1759113678-allano.jpg)
