jpnn.com, JAKARTA - Staf Khusus Presiden Republik Indonesia bidang UMKM dan Digitalisasi, Tiar N Karbala hadir di hari penutupan MitMe Fest 2026, yang berlangsung pada 24–26 April 2026 di M Bloc Space, Jakarta.
Tiar membuka diskusi dengan mengurai paradoks digitalisasi Indonesia: meski penetrasi internet telah mencapai 77%–80% hingga pelosok negeri, indeks literasi digital pelaku usaha secara umum masih stagnan di level menengah.
Kondisi ini memunculkan risiko nyata — adopsi teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) berpotensi memperlebar jurang antara korporasi besar bermodal kuat dengan pengusaha mikro yang masih minim literasi, bahkan takut sekadar untuk mencoba.
"Pemerintah tidak bisa berdiri sendiri untuk mengurusi masalah yang sebegitu banyak dari Sabang sampai Merauke. Harus ada semangat gotong-royong di mana program-program ini tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus berkolaborasi secara kolektif dengan talenta muda, komunitas, hingga pihak swasta,” kata Tiar.
Tiar menegaskan kesenjangan digital bukan sekadar masalah infrastruktur, melainkan masalah ekosistem: butuh sinergi antara negara, platform digital, dan komunitas untuk benar-benar mengangkat UMKM naik kelas.
MitMe Fest 2026 dirancang sejak awal sebagai platform berbasis solusi, setiap program memiliki tujuan strategis yang terukur.
Sepanjang acara, UMKM difasilitasi dengan asesmen level usaha untuk memetakan posisi dan kebutuhan kompetensi bisnis mereka.
Pojok konsultasi strategis tanpa biaya dibuka untuk siapa saja, termasuk sesi mendalam selama 1,5 jam bersama pelaku usaha kopi roastery yang membedah strategi adaptasi teknologi hingga penyelesaian sertifikasi halal.

4 hours ago
2





















































