jpnn.com, KARAWANG - Pusat pertumbuhan logistik di Jabodetabek terus bergeser ke timur, dan Karawang kini menjelma menjadi salah satu koridor utama yang menopang distribusi nasional.
Tren ini didorong oleh keterbatasan lahan di Bekasi serta ekspansi agresif sektor manufaktur, e-commerce, dan logistik pihak ketiga.
Bahkan, berdasarkan kajian Jones Lang LaSalle, total pasokan gudang modern di Jabodetabek telah melampaui 3,1 juta meter persegi pada 2025, dan diproyeksikan mencapai sekitar 3,4 juta meter persegi pada 2026, dengan tingkat okupansi yang tetap terjaga di atas 90 persen sebuah angka yang mencerminkan permintaan kuat dan berkelanjutan dari pelaku industri.
Di tengah dinamika itu, Karawang tidak lagi sekadar kawasan industri penunjang, tetapi telah bertransformasi menjadi hub distribusi strategis yang menghubungkan arus logistik Jawa Barat dan Jabodetabek.
Menangkap momentum ini, Lippo Land melalui Lippo Karawang memperkenalkan ECOPrime, sebuah konsep New Hybrid Warehousing yang dirancang untuk menjawab kebutuhan ruang usaha modern yang fleksibel dan terintegrasi.
Deputy Chief Operating Officer Lippo Karawang, Fritz Atmodjo, menyampaikan bahwa peluncuran ECOPrime merupakan langkah strategis perusahaan dalam merespons transformasi sektor logistik nasional.
"ECOPrime kami hadirkan sebagai solusi properti yang tidak hanya fungsional, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan bisnis yang terus berkembang, sekaligus memiliki nilai investasi yang kompetitif," ujarnya, Kamis (23/4).
ECOPrime merupakan pengembangan lanjutan dari ECOSPACE Business Park, kawasan komersial pergudangan ramah lingkungan yang telah lebih dulu dikembangkan di Lippo Karawang.

6 hours ago
4




















































