jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Yayasan Gerakan Dapur Indonesia dan Yayasan Salman Peduli Berkarya Nofalia Heikal Safar didampingi Ketua Dewan Pembina Yayasan Garuda Biru Indonesia Heikal Safar melakukan perjalanan kunjungan kerja ke Tiongkok selama delapan hari.
Kunjungan dilakukan di antaranya ke Shenzhen, Guang Zhou, Shanghai, Kota Beijing dan Hongkong.
Menurut Nofalia, kunjungan kerja itu untuk mengikuti Canton Fair atau China Import And Export Fair, Since 1957.
Kunjungan itu juga dalam rangka melaksanakan program kerja Gerakan Dapur Indonesia (Garuda Biru Indonesia) untuk mengembangkan usaha kuliner maupun produk - produk Indonesia lainnya yang bisa dijual atau diekspor ke China.
Adapun produk yang bisa diexpor ke Tiongkok di antaranya lada, biji pala, kayu manis, cengkeh, jahe, dan kunyit sebagai komoditas utama.
"Lantaran negara kita Indonesia merupakan pemasok terbesar ke-2 untuk lada dan terbesar ke-1 untuk biji pala atau bunga pala ke Tiongkok. Produk lain seperti kemiri dan vanila juga diminati, didukung permintaan tinggi untuk industri kuliner dan obat tradisional, " tutur Nofalia.
Dia mengatakan berdasarkan perkembangan terkini, penjajakan kolaborasi kuliner antara Indonesia dan China lebih berfokus pada pembangunan infrastruktur dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kemitraan strategis, daripada ekspansi restoran komersial konvensional.
Maka berikut adalah poin-poin penting penjajakan usaha dan kolaborasi "Gerakan Dapur Indonesia" (Garuda Biru Indonesia ) serta Kadin Indonesia di China:

10 hours ago
5


















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5356636/original/059209400_1758477796-1000092780.jpg)

