jpnn.com, MOJOKERTO - Tasyakuran dan Sedekah bumi berlangsung di kawasan Candi Jolotundo, Mojokerto Jawa Timur tepatnya di kediaman tokoh masyarakat sekaligus sesepuh Mbah Sampuri, Kamis (27/8).
Gelaran do’a bersama yang sarat makna itu menjadi bagian dari ungkapan syukur atas HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam suasana khidmat, Ki Amatno, pendiri Komunitas Guyup Rukun Sak Paran (GR-SP), menggelar tasyakuran bersama masyarakat.
Mereka memanfaatkan momentum tersebut untuk mengenang leluhur sekaligus melestarikan budaya.
Menurut Ki Amatno, sedekah bumi bukan cuma ritual tahunan. Sedekah bumi juga menjadi warisan budaya yang perlu terus masyarakat lestarikan agar tidak hilang ditelan zaman.
“Mudah-mudahan syukuran dan sedekah bumi ini bisa kita jadikan upaya menjaga budaya leluhur dan jati diri bangsa agar tetap lestari,” ujar Ki Amatno.
Selain tasyakuran, Ki Amatno bersama masyarakat juga membagikan sembako kepada warga sekitar. Kegiatan itu sekaligus memperluas manfaat syukuran bagi masyarakat.
Ki Amatno mengatakan generasi muda perlu mengenal nilai-nilai yang para leluhur wariskan.

5 hours ago
2












































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565946/original/060695200_1777098813-lemos.jpg)








