Gandeng Pelajar, Ditjen Polpum Tangkal Ekstremisme Berbasis Kekerasan di Cirebon

6 days ago 9

Gandeng Pelajar, Ditjen Polpum Tangkal Ekstremisme Berbasis Kekerasan di Cirebon

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Kewaspadaan Nasional menggelar diskusi "Penguatan Ekosistem Pendidikan dan Pencegahan Ekstremisme berbasis kekerasan” di Aula Sekretariat Daerah Kota Cirebon, Kamis (5/3/2026). Foto: dok sumber

jpnn.com, CIREBON - Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Kewaspadaan Nasional menggelar diskusi "Penguatan Ekosistem Pendidikan dan Pencegahan Ekstremisme berbasis kekerasan” di Aula Sekretariat Daerah Kota Cirebon, Kamis (5/3).

Kegiatan ini diikuti oleh Aparatur Pemerintah Kota Cirebon beserta perwakilan 150 pelajar dan guru konseling di 25 SMA se-Kota Cirebon.

Melalui kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu upaya strategis untuk memperkuat pemahaman aparatur, pelajar, dan ekosistem pendidikan mengenai bahaya ekstremisme berbasis kekerasan yang dapat mengancam stabilitas sosial, persatuan bangsa, serta nilai-nilai kebangsaan.

Berdasarkan data terbaru dari Densus 88 AT Mabes Polri, kelompok usia sekolah kini menjadi target utama penyebaran ideologi berbahaya.

Banyak anak yang terpapar sebenarnya bukan individu berniat buruk. Mereka sering kali hanya remaja yang merasa kesepian, terluka, atau sedang mencari pengakuan di tempat yang salah.

Menjawab tantangan tersebut, Direktur Kewaspadaan Nasional, Aang Witarsa, menyampaikan bahwa ada empat pilar utama yang harus dibangun sekolah untuk menekan potensi ekstremisme.

Pertama adalah Ramah, lingkungan belajar yang aman dan bebas dari perundungan (anti-bullying).

Kedua adalah Inklusif, menghargai perbedaan tanpa diskriminasi terhadap siswa mana pun. Ketiga adalah Responsif, memiliki sistem pelaporan yang aman dan cepat saat terjadi masalah.

Berdasarkan data terbaru dari Densus 88 AT Mabes Polri, kelompok usia sekolah kini menjadi target utama penyebaran ideologi berbahaya.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|