jpnn.com, JAKARTA - Forum Ulama Nahdliyyin (FUN) mendorong perubahan kepemimpinan PBNU pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Tambakberas, Jombang.
Desakan itu mengemuka dalam Halaqah Jam'iyyah Nahdlatul Ulama bertajuk “Menyelamatkan Marwah Syuriyah dan Kemuliaan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA)” di Jakarta, Jumat (21/8).
Ketua FUN KH Mujib Qulyubi mengatakan AHWA harus menjadi instrumen untuk melahirkan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU yang mampu mengonsolidasikan seluruh elemen organisasi.
“AHWA dibentuk agar NU mendapatkan kepemimpinan ulama yang ideal,” kata KH Mujib dalam keterangannya, Minggu (23/8).
Dia berharap pemimpin NU mendatang memiliki kemampuan berinteraksi dengan umat sekaligus mengelola berbagai sumber daya organisasi.
Menurut KH Mujib, proses pemilihan melalui AHWA harus dijaga agar berlangsung bermartabat dan tidak keluar dari cita-cita para pendiri NU.
Pandangan itu diperkuat KH Mukti Ali Qusyairi. Dia menilai anggota AHWA harus berasal dari ulama sepuh yang memiliki kapasitas keilmuan dan rekam jejak kepemimpinan.
“AHWA terdiri dari para ulama sepuh yang akan menentukan pemimpin sesuai cita-cita para pendiri NU,” ujar KH Mukti.

5 days ago
15









































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565946/original/060695200_1777098813-lemos.jpg)











