jpnn.com - JAKARTA - Dewan Pengurus Daerah Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (DPD HIMPERRA) Jawa Tengah menjalin kerja sama dengan JBS Perkasa, untuk memperkuat rantai pasok material bangunan rumah subsidi.
Kerja sama tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Koperasi Pengembang Perumahan Rakyat (KOPPERA) dan penyedia pintu baja Fortress dalam Rakerda HIMPERRA 2026 di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (7/5).
National Sales Director JBS Perkasa Hens Sumarauw mengatakan penggunaan pintu baja Fortress dapat membantu pengembang meningkatkan efisiensi biaya konstruksi tanpa mengurangi kualitas bangunan.
“Fortress siap menyuplai material pintu rumah yang efisien dan tahan lama sehingga harga rumah tetap terjangkau tanpa ada kompromi soal kualitas,” ujar Hens dalam keterangan tertulisnya dikutip Sabtu (9/5).
Langkah ini ditempuh sebagai upaya menekan biaya konstruksi di tengah fluktuasi harga material yang kerap menjadi kendala bagi pengembang dalam membangun rumah layak huni dengan harga terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Menurut Hens, pintu baja Fortress dirancang agar mudah dan cepat dipasang serta membutuhkan perawatan minimal. Dengan begitu, pengembang dapat menghemat biaya pembangunan, sementara konsumen memperoleh manfaat dari biaya pemeliharaan yang lebih rendah dalam jangka panjang.
Jawa Tengah dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan rumah subsidi. Wilayah itu bahkan diprediksi menjadi salah satu pusat agenda perumahan nasional tahun ini. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) berencana menggelar akad massal sebanyak 62 ribu unit rumah subsidi di Jawa Tengah pada Juli 2026.
Berdasarkan data DPD HIMPERRA Jawa Tengah, terdapat 584 pengembang aktif yang tergabung dalam organisasi tersebut. Selain itu, tersedia sekitar 18.600 unit kaveling siap bangun hingga akhir 2026. Dengan asumsi kebutuhan minimal empat pintu untuk setiap rumah, potensi penyerapan pintu baja Fortress di wilayah ini diperkirakan mendekati 75 ribu unit.

9 hours ago
9





















































