jpnn.com, JAKARTA - Sekjen PSSI, Yunus Nusi, menyayangkan kericuhan suporter Persipura Jayapura setelah kegagalan dramatis mereka merebut tiket promosi ke Super League.
Kejadian ini dianggap telah mencoreng citra sepak bola Indonesia yang sedang kembali dibangun dan diawasi oleh FIFA.
Bermain di hadapan publik sendiri di Stadion Lukas Enembe, Jumat malam (8/5/2026), Persipura harus menelan pil pahit usai tumbang 0-1 dari Adhyaksa FC pada babak play-off promosi Championship 2025/2026.
Kekalahan itu langsung memantik emosi suporter dan membuat suasana stadion berubah mencekam.
"PSSI sangat menyayangkan kericuhan ini terjadi di Jayapura. Kami benar-benar prihatin dengan apa yang terjadi," kata Yunus Nusi, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Yunus, PSSI tak pernah membayangkan pertandingan sepenting ini akan berakhir dengan keributan. Ia menegaskan, masyarakat Papua dan pendukung Persipura selama ini dikenal memiliki kecintaan besar terhadap sepak bola.
Seperti diketahui, kericuhan terjadi tak lama setelah wasit meniup peluit panjang. Skuad Adhyaksa FC sampai harus dievakuasi aparat kepolisian demi menghindari amukan massa.
Sejumlah fasilitas di Stadion Lukas Enembe ikut menjadi sasaran pelampiasan, termasuk area bangku cadangan pemain. Tak hanya itu, berdasarkan laporan Polda Papua sebanyak 25 mobil dan 9 motor terbakar bahkan 27 motor milik polisi hilang.

2 hours ago
4





















































