jpnn.com - Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian mengingatkan keberhasilan program pembukaan rekening massal bukan soal kuantitas atau jumlah.
Menurutnya, setelah pembukaan rekening massal pemerintah dan industri keuangan perlu memastikan rekening berbiaya rendah, mudah digunakan, interoperable dengan sistem pembayaran nasional, memiliki perlindungan data yang kuat, serta tidak menciptakan ketergantungan permanen kepada satu institusi keuangan tertentu.
“Dua ratus juta rekening tidak otomatis berarti dua ratus juta masyarakat sudah financially included. Setelah account ownership, tahap berikutnya adalah account usage dan akhirnya economic participation,” kata Fakhrul dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (10/9).
Fakhrul menambahkan kebijakan juga perlu disertai literasi keuangan dan perlindungan konsumen.
Sebab, sebagian penerimanya merupakan masyarakat yang baru pertama kali memasuki sistem keuangan formal.
Dia juga mengingatkan rencana pemerintah yang memberikan rekening bank secara otomatis kepada warga Indonesia yang memasuki usia 17 tahun perlu dilihat lebih luas daripada sekadar program inklusi keuangan.
Oleh sebab itu, program pembukaan rekening yang direncanakan pemerintah dapat menjadi langkah penting untuk memastikan akses keuangan menjadi bagian, dari infrastruktur dasar kehidupan ekonomi masyarakat.
“Negara dahulu memastikan rupiah sampai ke tangan rakyat. Di era digital, tugas berikutnya adalah memastikan rakyat mempunyai jalan untuk masuk ke tempat rupiah bergerak," katanya.

5 hours ago
1




















































