Efisiensi Anggaran Tidak Boleh Menghambat Aktivitas Ekonomi

2 hours ago 3

Efisiensi Anggaran Tidak Boleh Menghambat Aktivitas Ekonomi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Efisiensi APBN jangan sampai menggangu pertumbuhan ekonomi. Foto/Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet mengatakan kebijakan efisiensi anggaran tidak boleh tidak menghambat aktivitas ekonomi dan stagnasi penerimaan.

Yusuf menuturkan pemerintah saat ini masih memiliki ruang yang cukup untuk menekan belanja, tetapi makin terbatas dan sangat ditentukan oleh kualitas efisiensinya.

“Dalam kondisi sekarang, indikasi efisiensi tidak lagi hanya mengurangi ‘lemak’, tetapi sudah mulai masuk ke ‘otot’, sehingga ruang untuk menekan belanja tanpa mengganggu ekonomi menjadi semakin sempit,” ujar Yusuf, Minggu (29/3).

Secara umum, bila pemangkasan difokuskan pada belanja administratif atau program kementerian/lembaga (K/L) yang berdampak rendah, maka pengaruh efisiensi anggaran terhadap aktivitas ekonomi relatif minimal.

Namun, ketika efisiensi mulai menyentuh belanja yang memiliki efek pengganda tinggi, termasuk sebagian program strategis dan belanja yang mendorong sektor riil, dampaknya bisa merambat ke pertumbuhan ekonomi.

“Jika ekonomi tetap tumbuh cukup baik, penerimaan pajak tidak tertekan dan komposisi belanja bergeser ke sektor yang lebih produktif maka efisiensi bisa dikatakan berjalan efektif,” jelas Yusuf.

“Sebaliknya, jika pemangkasan belanja diikuti perlambatan aktivitas ekonomi dan stagnasi penerimaan, maka secara substansi kebijakan tersebut belum optimal karena justru melemahkan basis fiskal ke depan,” lanjutnya.

Yusuf mengamini kebijakan efisiensi anggaran mampu menahan tekanan dalam jangka pendek, termasuk untuk menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet mengatakan kebijakan efisiensi anggaran tidak boleh tidak menghambat aktivitas ekonomi dan stagn

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|