jpnn.com, BOYOLALI - Keterbatasan fisik sering menjadikan penyandang disabilitas kesulitan untuk mandiri.
Namun, dengan pendekatan yang tepat, Kelompok Pandawa Patra berhasil membukakan jalan bagi para penyandang disabilitas untuk bergerak maju.
Local hero Pandawa Patra, Haryono menjelaskan kelompok yang dirintis pada 2017, dulu hanya terdiri dari tujuh anggota penyandang disabilitas.
Saat itu, keterbatasan fasilitas dan akses terhadap pelatihan menjadi tantangan utama dalam mengembangkan kegiatan kelompok.
“Kami cukup kesulitan memberikan edukasi kepada teman-teman disabilitas karena keterbatasan fasilitas. Kegiatan belajar masih dilakukan di rumah dengan skala yang sangat kecil. Tempat berkumpul pun sangat terbatas,” kata Haryono.
Perubahan mulai dirasakan pada akhir tahun 2021, saat itu, Pandawa Patra mendapatkan pendampingan dari Pertamina.
Sebelum menjalankan program, Pertamina bersama kelompok melakukan pemetaan kebutuhan dan potensi anggota.
Akhirnya diputuskan konsep integrated farming sebagai solusi.

6 days ago
4









































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565946/original/060695200_1777098813-lemos.jpg)











