jpnn.com, JAKARTA - Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi menyebut data hingga Selasa (22/9) menyatakan karhutla di beberapa provinsi membuat delapan satwa liar mati.
Hal demikian dikatakan dia dalam konferensi pers di kantor Kemenko Politik dan Keamanan (Polkam), Jakarta, Selasa (22/9) ini.
Mulanya, Ristianto membeberkan bahwa Kemenhut hingga Senin ini mampu menyelamatkan 100 individu satwa liar terdampak karhutla.
”Kemenhut telah menyelamatkan, melakukan upaya penyelamatan satwa liar sejumlah 100 individu satwa liar di enam provinsi prioritas,” kata dia, Senin.
Dia mengatakan 53 dari 100 satwa liar yang dievakuasi akibat terdampak karhutla ialah orang utan yang ditemukan di wilayah Kalimantan.
Selain orang utan, Kemenhut mengevakuasi 16 ekor trenggiling, tujuh kukang, lima ular, lima kucing liar, dua bekantan, dua musang, dua tarsius, dua rangkong, dan enam jenis orang utan lainnya.
Ristianto menyebutkan Kemenhut melepasliarkan tujuh dari satwa liar terdampak karhutla di beberapa provinsi Indonesia.
”Dari 100 satwa itu, kami follow up-nya ada tujuh orang utan kami sudah lepasliarkan di Kalimantan Barat," ujarnya.

2 hours ago
1




















































