Catatan Buya Anwar Abbas saat Mengunjungi Uighur Xinjiang

2 hours ago 3

Catatan Buya Anwar Abbas saat Mengunjungi Uighur Xinjiang

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Buya Anwar Abbas bersama Prof. Sudarnoto, ketua bidang luar negeri MUI dan Hasan M. Hasan dari Uni Emirat Arab, di Kota URUMQI, ibu kota Xinjiang. Foto: supplied

jpnn.com - Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas berbagi catatan perjalanan saat mengunjungi Daerah Otonomi Uighur Xinjiang, provinsi terbesar di Tiongkok, 17-21 Mei 2026.

Daerah Otonomi Uighur Xinjiang adalah sebuah daerah otonom di China terletak di bagian barat laut Tiongkok yang secara geografis berada tepat di jantung benua Asia. Luasnya sekitar 1.664.900 kilometer persegi atau hampir seluas wilayah darat Indonesia (1.904.569 km persegi).

Hal itu menjadikan Uighur Xinjiang sebagai wilayah setingkat provinsi terbesar di Tiongkok, karena luasnya sekitar seperenam dari total daratan negara tersebut. Penduduknya berdasarkan data tahun 2025 sekitar 26,2 juta jiwa dengan etnis Uighur yang beragama Islam sebagai etnis terbesar.

Daerah ini berbatasan langsung dengan Rusia, Kazakhstan, Kirgizstan, Tajikistan, Afghanistan, Pakistan, India, dan Mongolia. Sebagian besar wilayahnya didominasi oleh pegunungan seperti jajaran Tianshan, padang rumput, serta bentang alam gurun.

"Wilayah ini bagi China selain merupakan salah satu lumbung pangan dan pusat energi terbesar, juga produsen kapas kualitas tertinggi dan terbesar di China, yang banyak terdapat di Cekungan Tarim dan Depresi Turfan," kata Buya Anwar, Senin (18/5/2026).

Di samping itu, Xinjiang juga dikenal sebagai provinsi penghasil gandum, dan berbagai buah-buahan lainnya. Daerah ini berhasil menjadi wilayah yang memiliki tingkat swasembada pangan yang tinggi dengan mempergunakan sistem irigasi lelehan salju dari pegunungan yang ada di wilayahnya.

Selain itu, teknologi pertanian modern juga membuat Xinjiang menjadi lumbung jagung, padi, jawawut, sorgum dan gandum yang tumbuh subur di musim dingin dan di musim semi. Begitu juga dengan buah-buahan. Xinjiang dikenal sebagai pusat buah manis dan segar seperti anggur tanpa biji, melon hami, apel lili, pir wangi korla, dan juga komoditas lain seperti bit gula dan kepompong ulat sutera.

Kemudian, Xinjiang juga dikenal sebagai gudang energi bagi China karena daerah ini terbilang kaya dengan cadangan mineral dan sumber daya batu bara sehingga membuat wilayah itu salah satu daerah produsen batu bara terbesar di China yang menyumbang sekitar 38 persen dari total cadangan batu bara nasional negara itu.

Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas berbagi catatan perjalanan saat mengunjungi Daerah Otonomi Uighur Xinjiang, provinsi terbesar di Tiongkok, 17-21 Mei 2026.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|