BRI Super League: Hampir Sebulan di PSIM, Adrian Dalmau Bicara Adaptasi hingga Persaingan Lini Depan

6 hours ago 3

Bola.com, Yogyakarta - Hampir sebulan Adrian Dalmau bergabung dengan PSIM Yogyakarta. Penyerang asal Spanyol itu mulai nyaman dengan suasana baru bersama Laskar Mataram.

Ia juga cukup terbantu dengan suasana di dalam skuad PSIM. Menurutnya, para pemain memberikan sambutan yang membikin proses adaptasinya berjalan lebih mudah.

"Saya senang bisa berada di Yogyakarta dan bersama tim PSIM. Adaptasinya berjalan dengan baik. Saya sangat senang karena semuanya berjalan lancar dan cepat," ujar Dalmau.

"Ada banyak hal berbeda dari yang saya rasakan di Eropa. Saya harus beradaptasi dengan cuaca, kelembapan, dan panas tapi semua baik-baik saja. Kami memiliki tim bagus, rekan-rekan yang baik sehingga mudah bagi pemain baru untuk beradaptasi."

"Banyak pemain internasional, pemain-pemain Indonesia yang ramah, teman satu tim yang baik bagi saya. Bagi saya semuanya terlihat sangat mudah dan bagus untuk beradaptasi, lebih baik dari yang saya bayangkan sebelumnya," lanjutnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Bukan Sekadar Persaingan

Di PSIM, Dalmau bakal bersaing dengan penyerang Nermin Haljeta dan Mauro Caballero untuk mendapatkan tempat utama. Namun baginya, semua pemain punya tujuan sama; membuat tim semakin kuat.

"Ini bukan hanya tentang bersaing, tetapi tentang membuat tim menjadi lebih kompetitif. Target saya adalah menunjukkan pemain seperti apa saya dan mencoba membuat perbedaan dalam pertandingan dengan mencetak gol," kata mantan pemain RCD Mallorca itu.

Dalmau mengaku cocok dengan gaya permainan Laskar Mataram. Pemain berusia 32 tahun itu memiliki karakter sebagai striker yang nyaman bermain kombinasi dengan rekan setim.

"Saya tipe striker yang menyukai gaya bermain menyerang dan kombinasi, seperti yang ingin kami terapkan. Saya bisa memainkan permainan seperti itu," ucap Dalmau.

"Kualitas terbaik saya adalah bermain di dalam kotak penalti untuk mencetak gol melalui sentuhan atau tembakan. Kebanyakan gol dalam karier saya dicetak dengan satu sentuhan di dalam kotak penalti," imbuh jebolan akademi Real Madrid itu.

Van Gastel Jadi Faktor Penting

Keputusan Dalmau join PSIM tidak lepas dari keinginannya mencari pengalaman baru di luar Eropa. Indonesia jadi salah satu negara yang menarik perhatian eks striker FC Utrecht dan Sparta Rotterdam itu.

"Saya memang berkeinginan mencoba pengalaman baru di luar Eropa, mencoba di Asia. Indonesia adalah negara yang sangat ingin saya coba dan mendapatkan pengalaman di sini," ungkapnya.

Ketertarikan itu kian besar setelah mengetahui sosok Jean-Paul van Gastel sebagai nakhoda Laskar Mataram. Keduanya memang sudah saling mengenal ketika berkarier di Belanda.

"Kami sempat melakukan pertemuan sebelumnya dan berbicara dengan baik. Itu menjadi sesuatu yang membuat perbedaan dalam mengambil keputusan karena dia mengenal saya dari periode saya di Eredivisie," jelas Dalmau.

"Saya yakin latihan dan gaya bermainnya akan mirip dengan di sana. Bagi saya, itu membuat saya lebih mudah beradaptasi dengan gaya bermain saya," tutup pemain kelahiran Mallorca, Spanyol itu.

Read Entire Article
Koran JPP|