jpnn.com, JAKARTA - Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menilai gejolak geopolitik Timur Tengah berpotensi menimbulkan dampak signifikan terhadap perlindungan konsumen.
Ketua BPKN Muhammad Mufti Mubarok menegaskan konflik yang melibatkan negara-negara produsen energi strategis tersebut berisiko mendorong kenaikan harga energi dunia.
Selain itu, situasi ini juga dapat mengganggu kelancaran rantai pasok global dan meningkatkan tekanan inflasi yang dapat membebani masyarakat Indonesia.
“Konsumen tidak boleh menjadi pihak yang menanggung beban berlebih akibat konflik global. Negara harus hadir memastikan bahwa setiap potensi kenaikan harga dilakukan secara wajar, transparan, dan tidak dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk mengambil keuntungan yang tidak sah,” kata Mufti dikutip dari keterangan pers, Rabu (1/4).
BPKN menilai dalam situasi ketidakpastian global seperti sekarang, posisi konsumen menjadi makin rentan.
Risiko yang membayangi, meliputi kenaikan harga barang dan jasa secara mendadak, terbatasnya ketersediaan produk tertentu di pasar, hingga munculnya potensi praktik perdagangan yang tidak jujur.
Oleh karena itu, BPKN memberikan peringatan keras kepada para pelaku usaha, untuk tidak memanfaatkan situasi krisis global.
Terlebih menjadikan situasi sebagai langkah pembenaran atau justifikasi menaikkan harga secara tidak proporsional tanpa didukung struktur biaya jelas.

6 hours ago
4




















































