jpnn.com - SOLOK - Banjir bandang menerjang sejumlah kawasan di Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin (21/9) malam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok mencatat empat warga mengalami luka-luka, dan sembilan kepala keluarga atau sebanyak 32 jiwa terpaksa mengungsi akibat banjir bandang tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok Khairul mengatakan tiga korban luka menjalani perawatan di RSUD Arosuka, sedangkan satu lainnya dirujuk ke salah satu rumah sakit di Padang. "Data sementara ada empat orang yang mengalami luka-luka. Tiga dirawat di RSUD Arosuka dan satu dirujuk ke SPH Padang," kata Khairul melalui keterangan tertulisnya di Solok, Selasa (22/9).
Khairul menambahkan bahwa para pengungsi telah ditempatkan di dua lokasi yang disiapkan pemerintah daerah untuk penanganan warga terdampak bencana. Dia juga menyebutkan sebanyak 11 kantor pemerintah terdampak banjir bandang tersebut. BPBD juga mencatat 21 mobil dan tujuh sepeda motor mengalami kerusakan akibat bencana.
Banjir bandang menerjang kawasan Kompleks Kantor Bupati Solok di Bandar Baliang, Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, serta Nagari Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang. Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan bersama unsur terkait hingga Selasa (22/9), masih melakukan penyisiran di sejumlah lokasi terdampak banjir bandang.
Petugas juga melakukan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan bantuan, serta pendataan untuk mengetahui dampak bencana secara menyeluruh. "Penanganan dilakukan bersama unsur terkait di bawah koordinasi pemerintah daerah," ujar Khairul.
Dia mengatakan bahwa banjir bandang dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Solok sejak Sabtu (19/9). Hujan dengan intensitas tinggi tersebut menyebabkan debit air meningkat sehingga memicu banjir bandang di sejumlah kawasan.
Hingga Selasa pagi, petugas gabungan masih melakukan penanganan darurat, evakuasi, dan pendataan terhadap warga serta fasilitas yang terdampak bencana. BPBD Kabupaten Solok mengimbau masyarakat di kawasan terdampak untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan mengikuti arahan petugas di lapangan. (antara/jpnn)

3 hours ago
1





















































