jpnn.com - Saya ke Universitas Indonesia pagi ini –setelah kemarin sore ke Universitas Paramadina.
Di UI ada rekan wartawan meraih gelar doktor: disertasinya mengenai Kusni Kasdut.
Kusni Kasdut (tengah) saat diamankan petugas.--
Di Paramadina, yang tahun ini mulai membuka program doktor, ada diskusi tentang krisis dan manajemen krisis.
Fajar Kurniawan, wartawan itu, mencari saya sampai ke tempat senam dansa: minta saya jadi salah satu penguji dari luar universitas.
Pada awalnya saya menolak: saya tidak ahli di bidang ilmu yang jadi objek penelitian: ilmu sejarah. Tapi Fajar mengajukan alasan: Dekan Fakultas Ilmu Budaya Dr Untung Yuwono memutuskan nama saya yang disetujui. Demikian juga promotor Fajar, Prof Dr R. Tuty Nur Mutia.
Alasan mereka: sayalah wartawan yang pernah mewawancarai Kusni Kasdut. Yakni saat tokoh itu tinggal di penjara Kalisosok Surabaya –menunggu hukuman matinya dilaksanakan.
Itu sudah lama sekali. Tahun 1979-an. Saya masih jadi wartawan junior di Majalah Tempo –untuk daerah liputan Jatim.

3 months ago
106
.jpeg)






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489203/original/035305400_1769830456-psis_3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565231/original/003227000_1777015754-persis_2.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566701/original/033588200_1777217674-Gemini_Generated_Image_97tk4b97tk4b97tk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348759/original/096928400_1757873841-idzs.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554135/original/007412000_1776060694-persipal_kenzo.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567588/original/035774800_1777290244-kenzo.jpg)
