jpnn.com, JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menyikapi arah kebijakan global pada 114th International Labour Organization (ILO) Conference dengan menegaskan komitmen penuhnya dalam mendukung penguatan perlindungan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh pekerja termasuk di ekosistem digital.
Kendati demikian, APINDO menggarisbawahi sebuah prinsip fundamental, bahwa perlindungan kerja yang ideal dan berkelanjutan (sustainable protection) hanya dapat terwujud dengan ketersediaan lapangan kerja yang seluas-luasnya.
Hal itu sebagaimana yang menjadi prioritas dari pemerintahan Presiden Prabowo.
Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Bob Azam mengatakan tanpa adanya ekosistem yang mampu menyerap tenaga kerja, regulasi perlindungan yang terlalu ketat justru berisiko mematikan industri yang sedang tumbuh.
"Oleh karena itu, APINDO mendorong pemerintah untuk merumuskan kebijakan progresif yang berfokus pada penciptaan lapangan kerja seluas-luasnya (open door policy)," ujar dia.
Dia menyebut kebijakan ini harus diimplementasikan melalui keberpihakan terhadap pertumbuhan ekonomi, kemudahan birokrasi investasi, serta ruang yang aman bagi inovasi teknologi.
Dengan menjaga keseimbangan antara fleksibilitas pasar kerja (labour market flexibility) dan perlindungan pekerja, Indonesia dapat memaksimalkan potensi ekonomi digitalnya sekaligus memastikan peluang kerja berbasis platform tetap tumbuh dan dapat diakses secara inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat.
Lanjut Bob menuturkan apabila mengikuti perkembangan diskusi substansial pada Komite Platform Economy, dapat disampaikan bahwa pembahasan masih terus bergulir secara dinamis.

5 hours ago
3
















































.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495504/original/079773400_1770373061-Ze_Valente.jpg)

