jpnn.com, BANDA ACEH - Akhir pekan bukan berarti liburan bagi para petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.
Mereka bergerak demi meringankan beban warga yang terdampak banjir di provinsi berjuluk Serambi Makkah itu.
Dibandingkan provinsi lain, Aceh dianggap menjadi wilayah dengan banjir paling parah. Oleh karena itu, SPPG yang biasanya menyediakan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa pun menyiapkan makanan bagi warga terdampak banjir.

Para petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam turun langsung ke lokasi banjir untuk mendistribusikan bantuan paket makanan kepada warga terdampak bencana. Foto: Humas BGN
Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) NAD Mustafa Kamal saat ini terdapat 94 SPPG di wilayahnya. Menurut dia, seluruh koordinator wilayah (korwil) maupun para Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) bergerak di garda terdepan untuk masyarakat terdampak bencana.
“Sampai saat ini, selama bencana banjir yang melanda wilayah Provinsi Aceh, total sebanyak 282.000 paket makanan telah terdistribusikan,” kata Mustafa Kamal di Banda Aceh, Sabtu (29/11/2025).
Kamal memerinci 15 SPPG di Kota Banda Aceh telah mendistribusikan 45.000 paket makanan. Adapun 9 SPPG di Kota Subulussalam mendistribusikan 27.000 paket makanan.
Di Kota Sabang, 2 SPPG yang ada mendistribusikan 6.000 paket makanan. “Di Kabupaten Aceh Besar, sebelas SPPG mendistribusi 33.000 paket makanan,” tuturnya.

3 months ago
24





















































