jpnn.com - JAKARTA - Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengatakan bahwa pesantren memiliki kekuatan besar untuk menguatkan ekonomi bangsa.
Farida menyampaikan hal itu dalam Forum Majlis Pemberdayaan Indonesia sekaligus sosialisasi temu konsultasi data koperasi pondok pesantren di Ponpes Mambaul Maarif, Jombang beberapa waktu lalu.
“Ketika bicara industri dan pesantren, maka itu soal bagaimana nilai luhur pesantren diterjemahkan menjadi kekuatan ekonomi yang produktif, mandiri, dan bermanfaat luas," ujar perempuan berusia 40 tahun itu.
"Hal itu bisa dilakukan dengan membangun kepercayaan, meningkatkan kolaborasi dan jaringan, serta membangun nilai-nilai kegotongroyongan,” imbuh Faridah.
Dia menuturkan bahwa saat ini 49% pondok pesantren telah memiliki usaha.
"Tantangannya ialah memastikan aktivitas ekonomi pesantren tumbuh sehat, profesional, dan berkelanjutan. Di sinilah koperasi menjadi sangat relevan," ujarnya.
Salah satu kekuatan koperasi pondok pesantren ialah semangat kegotongroyongan atau ta’awun.
"Ta'awun menemukan bentuknya dalam koperasi, termasuk koperasi pondok pesantren. Pesantren mengajarkan ta'awun, kebersamaan, keadilan, dan kebermanfaatan. Koperasi menerjemahkannya menjadi ekosistem ekonomi sekaligus ruang belajar kewirausahaan bagi santri," kata Farida. (*/jpnn)

1 hour ago
1




















































