jateng.jpnn.com, GROBOGAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menemukan tiga kasus positif campak dan rubella berdasarkan hasil uji laboratorium dari 67 sampel yang telah dikirim untuk pemeriksaan.
Kepala Dinkes Grobogan Djatmiko menjelaskan dua kasus positif rubella masing-masing berasal dari wilayah kerja Puskesmas Kradenan I dan Puskesmas Ngaringan. Sementara satu kasus lainnya terkonfirmasi positif campak dari wilayah kerja Puskesmas Karangrayung I.
“Dari 67 sampel yang kami kirimkan, tiga sampel terkonfirmasi positif, terdiri dari dua rubella dan satu campak,” ujarnya, Senin (23/2).
Menurut dia, seluruh pasien telah mendapatkan penanganan medis sesuai standar dan saat ini berada dalam pemantauan petugas kesehatan.
Sebagai langkah lanjutan, Dinkes bersama puskesmas setempat langsung melakukan pelacakan kontak erat (contact tracing) untuk mencegah potensi penyebaran yang lebih luas. Pemantauan juga dilakukan terhadap warga yang memiliki riwayat kontak dengan pasien.
Dinkes mengimbau masyarakat tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan dengan mengenali gejala campak dan rubella, seperti demam, ruam kemerahan pada kulit, batuk, pilek, serta mata merah.
Selain itu, orang tua diminta memastikan anak mendapatkan imunisasi campak dan rubella (MR) secara lengkap sesuai jadwal. Imunisasi dinilai sebagai langkah paling efektif untuk mencegah penularan sekaligus menghindari potensi Kejadian Luar Biasa (KLB).
Dinkes Grobogan menegaskan akan terus memantau perkembangan kasus dan memperkuat koordinasi dengan seluruh fasilitas layanan kesehatan guna mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus baru. (antara/jpnn)

8 hours ago
2


















































